Tak Memayung Manja di Balik Atap

oleh Anjeli Simanjorang pada 30 Mei 2018 (287 kali dibaca)

(Sumber: Google)

 

Berdiri…

Mencucurkan deru hujan dari tubuh bocah

Berdiri teguh dari kota metropolitan

Jerit tangis luka yang menganga

Menggoreska serpihan simpati

 

Menjadi susutan dalam kota metropolitan

Berteduh senyam di bawah jembatan

Merobek semangat,

mematahkan jiwa teguh,

menjatuhkan harapan!

 

Namun, Bocah itu

Yah! Bocah itu!

Tak memayung manja pada serpihan deru Raja sinar

Nan berdiri, sembari mencari asa

 

Berjalan,

Menerpa deru raja sinar

Melangkah mencari asa

Walau tinggal hanya serpihan harapan

 

Bocah itu!

Memungut, mencabik tong sampah

Meremukkan rasa lapar dan haus

dibawah kolong jembatan

Tak berdengung

Suara deru tangisnya memanjakan sang malam

Melangkah dan menari dalam deru rintihannya

 

Tak memanja! Bocah itu!

Ia tetap berpedoman pada satu harapan

Tak memungut manja pada suatu atap!

Tak memayung pada serpihan atap teduh

 

Baca juga puisi remaja lainya: Karena Itulah Aku: Kau

Baca juga puisi remaja lainyaCinta Tapi Beda

Baca juga puisi remaja lainya: Ketetapan Kalbu

Info Penulis

Pengurus OSIS bidang Sastra dan Bahasa di SMA Budi Murni 3 Medan

Bagikan:


Komentar