Seminar dan Sosialiasi Sadar Wisata, Sukses di Parapat

oleh Parno Mahulae pada 8 September 2018 (242 kali dibaca)

Seminar dan Sosialiasi Sadar Wisata di kota wisata Parapat disambut antusias oleh warga Parapat, para siswa dan guru-guru, organisasi dan tokoh masyarakat. Gerakan Sadar Wisata di kota Wisata Parapat di inisiasi oleh sekelompok mahasiswa dan muda mudi dalam wadah Gerakan Mahasiswa dan Muda-Mudi Parapat Ajibata Sekitarnya (GEMPAR) di Gedung Harungguan Bolon Parapat, Jumat (7/9/19).

Acara dimulai pada pukul 09.00 wib dan secara simbolis dibuka oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun, diwakili oleh ibu Rosida Sitinjak, sebagai bentuk dukungan pemerintah kabupaten Simalungun.

Hadir mewakili BODT, Kadiv Aksesibilitas dan Infrastruktur Anthonius, Richard Sidabutar S.E anggota DPRD Sumut dan Julwanri Munthe memoderasi kegiatan. Dalam sesi turut memberikan dukungan dari rombongan alumni Universitas Katolik Sumatera Utara, Generasi Pesona Indonesia (Genpi) dan Kelompok Sadar Wisata Pondok Bulu.

Dalam sambutannya Riko berharap gerakan sadar wisata di kota Parapat didukung oleh semua pihak, sehingga masa depan kota Parapat semakin baik dan berkarakter.Sejak awal kita memang berharap kepada orang muda, karena ini era Millenial, era nya orang muda, tegas nya.

Seminar dan Sosialiasi Sadar Wisata di kota wisata Parapat disambut antusias oleh warga Parapat, para siswa dan guru-guru, organisasi dan tokoh masyarakat. Kadiv Aksesibilitas dan Infrastruktur BODT Anthonius menyampaikan pentingnya promosi dalam mengembangkan pariwisata dihadapan para audiens yang mayoritas para pelajar. “Promosi melalui media sosial sangat efektif, peran nya besar pada orang muda”, tegas nya.

Anthonius juga mendoakan para siswa untuk giat meningkatkan kemampuan bahasa asing, tidak terpaku pada bahasa Inggris saja, bahasa Mandarin dan Korea juga butuh. “Selain itu, sikap kita dalam menjaga kebersihan penting karena kita ingin tampil kan yang wonderful, yang amazing” tutup nya.

Richard Sidabutar dalam penyampaian menekankan kepada generasi millenial, termasuk era digital dan kekuatan media.
“Dengan Gadget dan internet, dunia bisa dalam genggaman kita”. Para siswa disini harus percaya diri dan berperan, agar kita tidak termarginal di rumah kita sendiri, ucap anggota DPRD Sumut tersebut.

Ricard juga banyak mengkritisi kurang nya sosialisasi master plan pengembangan kawasan danau Toba ke masyarakat, kita khawatir kapitalisasi Pariwisata dan dampak nya malah bukan pada masyarakat, masyarakat bisa-bisa termarjinalkan, ini harus diantisipasi, dan catatan bagi mahasiswa dan orang muda.

Sementara Julwanri Munthe dalam catatan nya meyakini bahwa peran lembaga Pendidikan harus dioptimalkan dalam gerakan sadar wisata, termasuk dalam hal bahasa asing dan sikap atau mentalitas, karena bisa dilakukan setiap hari.

Dalam sesi penutup, untuk mendukung keberlangsungan pariwisata, para mahasiswa yang diwakili Riko Nainggolan juga mengharapkan kepada pemerintah melalui dinas pariwisata, agar mendampingi para pelaku usaha dan UKM termasuk dalam pendampingan, bantuan dan fasilitas.

Info Penulis

pejuang suara rakyat

Bagikan:


Komentar