Saking Geramnya, Warganet Sambut Hercules Sebagai Tim Penjemput Mayat

oleh Riduan Situmorang pada 20 Juni 2018 (1718 kali dibaca)

 

Warganet menyikapi kesimpangsiuran, terutama kelambanan pertolongan atas tenggelamnya Kapal Sinar Bangun, dengan sangat geram. Sebelumnya, seperti diberitakan di media ini, Edy Sitohang, pencinta Danau Toba dari PLOt, sangat malu melihat ketidakjelasan data-data korban. Memang, terjadi kesimpangsiuran data korban.

Dari BPBD sempat merilis, korban ada pada kisaran 70-80 orang. Padahal, dalam grup  WA wartawan disebutkan, kisaran penumpang ada pada angka 183 orang. “Buat rekan2 mari sama-sama kita berdoa: baru tenggelam kapal jurusan Tigaras – Simanindo. Muatan penumpang 183 orang, sepeda motor 40. Info yang selamat baru 3 orang. Semoga semua korban selamat,” begitu bunyi pernyataan tersebut.

Namun, hingga berita ini diturunkan, jumlah korban yang belum ditemukan saja sudah 150 orang di samping yang sudah selamat dan ditemukan tewas. Warganet semakin geram karena yang menyelamatkan justru bukan dari Tim Penyelamat, tetapi dari fery yang kebetulan lewat. Sejauh ini, korban yang selamat 18 orang dan 1 orang tewas. Padahal, dari tampak visual secara sekilas dari video penyelamatan oleh fery, ada puluhan korban yang sempat berenang di permukaan danau. Kuat dugaan, korban yang sebelumnya terlihat itu tidak tertolong.

Tak berselang sehari, untuk evakuasi, Meneteri Perhubungan, Budi Karya, langsung turun tangan. “Saya akan kirim tim investigasi untuk mengetahui mengapa kapal itu tenggelam. Apakah kondisi kapal yang tak laik atau ada kesalahan manusia,” kata Menhub Budi Karya melansir tempo.co.

Selain itu, pemerintah menurunkan Pesawat Hercules. Tim Marinir dan Basarnas dibawa ikut serta. Namun, bukan hanya pujian, warganet justru menyambut Pesawat Hercules sebagai tim pencari mayat. “Untuk apa lagi ini? Molo tong nama mangalului mayat, tumagon ma solu-solu i disuruh mangalului,” kesal Yen Marbun.

“Izin ya, Pak. Ini namanya apa, ya, Pak? Ini penyelamatan korban atau pencarian mayat?” kesal _ganiputralubis.

 

 

Akun Afrizalsaputra40 lebih geram lagi. “Pecat kadis perhubungan setempat, kepala bnpb, pol air, dan masih banyak lagi instansi-instansi,” tulisnya.

 

Akun yr.riyandi senada dengan akun _ganiputralubis. Akun yr.riyandi bersuara, “Herannya ini tempat wisata danau dengan wilayah yanglua, tetapi ga ada patroli yg muter2 dan kesiapan alat2 dari pihak berwajib. Kalo sekarang dicari ya namanya cari mayat.” Seakan tak puas, akun ini juga memuncakkan kekesalannya dengan berkata, “Kmren yang nolongin juga kapal yang lewat,…”

 

Lebih jauh, akun damanik110112 mengkritik sekaligus mempertanyakan awak kapal. “Apa bener pengemudi udah diperingatkan akan kegoyangan kapal karn kelebihan kapasitas? Tapi tidak dihiraukan sama pengemudi karna lagi mabuk tuak dan ketawa-ketiwi?” tanyanya. Memang, sempat beredar, ada “pesta” di kapal. Widya, korban selamat, dalam wawancara Metro TV mengungkapkan hal itu (“pesta”= minum tuak dan bernyanyi-nyanyi) dengan sangat geram.

 

Selain akun yang geram, ada juga akun yang memberikan saran. Dalam komentarnya, akun joesiantar, misalnya, mengharapkan, agar ke depan, pelampung harus menjadi kewajiban untuk setiap kapal. “,…setiap kapal harus ada pelampung. Jumlahnya sesuai dengan jumlah penumpangnya,” sarannya.

Akun pupala_ bahkan mengatakan, agar jangan salih menyalahkan. “Mari berusaha memetik hikmah dari kejadian ini, terutama pemerintah agar bisa membuat regulasi dan kebijakan yang tegas terhadap pola transportasi di Danau Toba yang selama ini begitu amburadul,…” demikian pupala_ menuliskan.

Kapal sudah tenggelam. Korban sudah berjatuhan. Biarlah ini menjadi pembelajaran seperti diungkapkan akun irfanboysiagian, “Jangan tunggu korban selanjutnya.” Meski terlambat, korban memang harus dicari. “Walaupun dalam kondisi cuaca buruk, penyelamatan itu tak mengenal waktu,” tulis akun dermatoyosep.

Mari memberi kesempatan dan mendukung pemerintah untuk mencari korban. Tidak saatnya lagi mencari kesalahan sebelum semua dibereskan. Yang pasti, kita berharap, ini menjadi pelajaran terakhir.

 

Baca Berita tentang Danau Toba: Diwacanakan Menjadi Monaco of Asia, tetapi Pelayanan di Danau Toba Minim

Baca Berita tentang Danau Toba:Kronologi Kapal Penumpang Tenggelam

Baca Berita tentang Danau Toba: Bagaimana Meledakkan Pariwisata Danau Toba?

Baca Berita tentang Danau Toba: Danau Toba dan Nation Lain

Info Penulis

Terlanjur Suka Manulis, tapi Bukan Hoax. Pengajar di Prosus Inten Medan. Sangat Bersemangat untuk Mengajar Orang Lain Menulis. Sudah Pernah Ke Paris atau Keliling Eropa (Cie, ketahuan bohongnya) hanya Karena Menulis dan Berkebudayaan

Bagikan:


Komentar