Puisi-Puisi Tentang Kopi

oleh Andil Siregar pada 11 Juli 2018 (381 kali dibaca)

Sumber : Google

 

Irisan Waktu

 Setelah beberapa putaran bumi

Ini kali pertama  bertemu kembali

Kepingan waktuku dan waktumu akhirnya beririsan

Sejenak kupandangi simpul dibibirmu

Serasa ada kesejukan dan kedamaian

Engkau begitu anggun dengan baju hitam mu

Laksana lubang hitam di semesta

Menarik setiap benda yang ada di dekatnya

Dengan medan gravitasi yang dia punya

 

Asa akan sepenggal waktu mu

Terbayar sudah hari ini

Semoga di hari yang lain

Masih ada kepingan waktumu

Beririsan dengan waktuku

`                         Medan, 12 Mei 2018

 

 Tentang Kopi /1/

 Biasanya aku lekas hanyut dengan kopi

Tapi tidak kali ini

Kali ini aku hanyut dengan cerita mu

Hingga engkau seruput kopi mu

Aku baru  tersadar

bahwasanya aku juga punya kopi

Nyaris kuseruput kopi ku

Tanpa beberapa butir gula

 

Tentang rasa kopiku?

Sepertinya aku cukup memandang mu kembali

Hingga raut dan senyum itu melebur kedalamnya

Tapi, akhirnya aku tersentak

Kuturunkan ekspektasiku

Kuambil butiran butiran gula itu

Dan kutaruh kedalam kopi ku

Sembari tetap memandangi paras mu

                                    Medan, 12 Mei 2018

 

Tentang Kopi /2/

 Agar aku tak hanyut denganmu

Sesaat kupandangi dua gelas kopi itu

Dua kopi dalam bentuk berbeda

Tapi kuharap berasal dari sumber yang sama

Tentang kopi…

Untuk sepenggal masa di hari esok

Ingin rasanya kuajak dirimu memetik kopi

Di kebun kopi, di punggung bukit desaku

                         Medan, 12 Mei 2018

 

Tentang Kopi /3/

Tentang kopi ini?

Di desa ku…

Kulitnya dikupas di penggilangan yang berputar

Dibersihkan dengan air  segar dari pancuran

Dikeringkan dengan kehangatan mentari

Digongseng di perapian

Apakah  kamu masih ingin tahu?

Mari  kita tumbuk biji gongsengan itu di lesung kayu

Dan bantu aku menyaringnya dengan ayatan

Dengan demikian kamu akan tahu

Bagaimana bubuk kopi ala desaku

Seberapa berjuangan mereka menghasilkanya disana

Layaknya hari ini

Pikiran dan hatiku sedang berjuang

Untuk penggalan waktu mu berikutnya

Hingga kita dapat menyeruput kopi kembali

dengan rasa  dan bentuk yang  sama

                                     Medan, 12 Mei 2018

 

 Pancaran Imajinasi  

Kutarik nafasku perlahan

Kuabaikan  tentang kopi tadi

Kunikmati kembali

Antusias mu lewat tutur katamu

Pesona keibuan, dari kisah mu mengajar

Pancaran imajinasimu  lewat pemikiran

Menggulas pendidikan di negeri kita

Mendiskusikan kembali

Untuk siapa sebenarnya guru terlahir

Menimbang apa yang lebih baik

Bagi putra putri pertiwi

Hingga akhirnya kita sadar satu hal

Guru belum  bisa jadi menteri

                        Medan, 12 Mei 2018

 

Baca juga Puisi lainya : Puisi Tentang Danau oleh Thompson HS

Baca juga Puisi lainya : Puisi Puisi Andil Siregar (Suara Dari Desa)

Baca juga Puisi lainya : Puisi-Puisi Perempuan di Pinggir Danau

 

Info Penulis

Pendidik di SMA/SMP Budi Murni 3 Medan dan Konsultan pendidikan Fisika di Ganesha Operation Medan. Ketua Umum UK-KMK St Martinus UNIMED yang ke-21 (2011-2012)

Bagikan:


Komentar