PMKRI Punya Keyakinan Adanya Kekeliruan Penangkapan Mahasiswa Katolik dan Kader PMKRI

oleh Andil Siregar pada 17 November 2019 (167 kali dibaca)

Gambar: Pengurus PMKRI

Medan- Kasus penangkapan dan penahanan tiga mahasiswa katolik universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara di Polrestabes Medan mendapat kritikan tajam dari PMKRI.

Pertama, terlepas dari yang bersangkutan adalah kader PMKRI Medan, tapi dari fakta-fakta yang kita peroleh dan sudah cross cek, keyakinan kita penangkapan itu keliru, tegas Parno Mahulae dalam konferensi pers seusai diskusi dan pemaparan tim investigasi PMKRI Medan pada Sabtu (16/11) di Margabina PMKRI Medan jalan Setiabudi.

Komisaris Daerah PMKRI Sumbagut tersebut juga mempertanyakan berbagai hal mendasar seperti surat penangkapan para mahasiswa yang tidak ada atau sangat terlambat di tunjukkan.

“Untuk kasus ini sangat aneh memang, tidak ada hal yang bisa diterima, apa sudah sesuai selera hukum di Sumut ini timpal beliau dengan kecewa.

Kami juga tidak ingin campuri terkait masalah internal di kampus Unika St Thomas, tapi jelas secara fakta hukum yang kami ketahui, harusnya para mahasiswa tersebut tidak berurusan dengan aparat kepolisian apalagi ditahan, tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ketua PMKRI Medan memaparkan bagaimana kronologis penangkapan dan penahanan kadernya unprosedural.

Penjelasan Umum Angka 3 Huruf b KUHAP:”Penangkapan, penahanan, penggeledahan dan penyitaan hanya dilakukan berdasarkan perintah tertulis oleh pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang dan hanya dalam hal dan dengan cara yang diatur dengan undang-undang”kata Ferdi Manik.

“hal itu yang kita minta dan tidak bisa ditunjukkan oleh aparat saat kader kita di tangkap”.

Ferdi juga mengisahkan ketika mereka mendapatkan sikap intimidatif dari pihak kepolisian, dengan ucapan dan bahasa tubuh, termasuk memperlihatkan sepucuk senjata api.

apa sembarangan menunjukkan senjata kepada masyarakat sipil? tentu tidak, kan ada ketentuan.

“kita sangat tidak paham dan bingung atas kejadian tersebut, tentu juga tidak ingin hal tersebut terjadi kepada para mahasiswa lainnya, kami harus buka-bukaan ke publik bahwa kita korban, 2 kader kita korban”, tutur pimpinan mahasiswa katolik kota Medan tersebut.

Info Penulis

Pendidik di SMA/SMP Budi Murni 3 Medan dan Konsultan pendidikan Fisika di Ganesha Operation Medan. Ketua Umum UK-KMK St Martinus UNIMED yang ke-21 (2011-2012)

Bagikan:


Komentar