PMKRI Minta Kepolisian Serius Tangani Aksi Teror di Literasi Coffe

oleh Andil Siregar pada 7 Desember 2019 (127 kali dibaca)

Aksi pelemparan batu dan bahan bakar minyak berupa bensin dan minyak tanah yang terjadi di Literasi Coffe beberapa waktu lalu, menyita perhatian kalangan aktivis di kota medan dan beberapa daerah di Pulau Jawa. Literasi coffe merupakan sebuah ruang diskusi oleh para aktivis kota Medan yang mengangkat issu-issu actual. Kasus pelemparan yang terjadi pada dini hari tanggal 12 Oktober 2019 tersebut sudah dilaporkan Jhon F. Siahaan sebagai pemilik tempat tersebut ke pihak yang berwenang. Berselang 15 menit setelah kejadian Jhon Siahaan juga sudah langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Medan Kota.
PMKRI Cabang Medan sebagai organisasi yang selalu aktif dalam menyuarakan segala bentuk penindasan dan intimidasi meminta pihak Polrestabes Medan serius untuk mengusut tuntas kasus ini. “Kita minta Polrestabes Medan serius untuk mengusut motif dan kasus ini. Seperti kita ketahui bahwa Literasi Coffe ini tempatnya para aktivis kota Medan yang selalu membahas isu-isu actual. Jangan sampai masyarakat nanti berasumsi jelek, seperti unsur kesengajaan untuk menteror tempat ini. Karena sebelumnya issu yang dibahas adalah isu tentang reformasi dan tentang Papua.” kata Ferdinandus Manik.
Lebih lanjut ferdinandus mengatakan bahwa disekitar lokasi kejadian ada cctv yang bisa digunakan sebagai petunjuk untuk segera mengusut kasus ini. CCTV tersebut bisa digunakan sebagai petunjuk oleh kepolisian.
Selanjutnya Parno Mahulae selaku Komisaris Daerah Pmkri Sumatera Bagian Utara meminta Kepolisian lebih serius menangani kasus tersebut. “Pelemparan batu dan minyak tanah ke literasi cofe itu juga merupakan teror terhadap sejumlah aktivis yang sering berdiskusi disana. Selain serangan teror saya juga menduga bahwa serangan itu merupakan intimidasi dan pembumkaman gerakan-gerakan aktivis di Sumatera Utara. Literaci cofe ini kan tempatnya berdiskusi para aktivis kota Medan dan Sumatera Utara, penyerangan ini membuat kita tidak nyaman. Maka dari itu kita meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyerangan tersebut” kata Parno.
“Jika ini tidak diungkap dan pelakunya tidak ditangkap, kemungkinan akan terjadi lagi penyerangan – penyrangan berikutnya. Kita tidak mengingankan itu terjadi. Pihak kepolisian seharusnya serius menangani kasus ini. Gerakan teror di sumut ini sudah luar biasa. Bahkan kantor kepolisian saja kena serangan teror. Kita sangat berharap kepolisian memberantas gerakan teror di sumatera utara sampai ke akar-akarnya” lanjut Parno.

Info Penulis

Pendidik di SMA/SMP Budi Murni 3 Medan dan Konsultan pendidikan Fisika di Ganesha Operation Medan. Ketua Umum UK-KMK St Martinus UNIMED yang ke-21 (2011-2012)

Bagikan:


Komentar