PMKRI Gelar Pendidikan Politik, KADISPORASU Sebut Parno Layak jadi Ketua Umum PMKRI

oleh Riduan Situmorang pada 17 Desember 2019 (187 kali dibaca)

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah (Komda) Sumbagut menggelar pendidikan politik (dikpol) yang difasilitasi oleh Dispora Sumatera Utara. Dikpol yang mengangkat tema “Pemuda Melek Politik” ini dilaksanakan di Hotel Madani Medan, 9-11 Desember 2019.


Kegiatan ini langsung dibuka oleh Kadispora Sumatera Utara, Baharuddin Siagian, yang diwakilkan oleh Kabid Kepemudaan Dispora Sumut, M Tohir. Dalam sambutan tertulisnya, Kadispora mengatakan, pemuda berperan penting dalam memajukan Sumatera Utara termasuk kontribusi pemuda dalam politik, Kamis (12/12/2019).

“Pemuda diharapkan tidak boleh apatis terhadap politik apalagi alergi terhadap politik karena politik itu sendiri bertujuan baik dan mulia. Maka, dengan itu perpolitikan kita khususnya di Sumatera Utara harus diisi oleh pemuda yang memiliki nilai integritas tinggi,” jelas Baharuddin.

Komda PMKRI Sumbagut, Parno Mahulae dalam sambutannya mengatakan, arus demokratisasi kita memiliki tren yang baik. Kita memandang pendidikan politik perlu diwariskan kepada orang muda sehingga tidak melulu menghabiskan waktu dengan gadget.

“Kita contohkan saja soal wawasan kebangsaan, tentu besar kaitannya dalam hal keberlangsungan negara, konsepsi negara dan warga negara (civil society) mendukung pembangunan, keadilan sosial, supremasi hukum dan aspek-aspek humanis. Modal tersebut harus dimiliki agar pemuda bisa menjaga yang sudah ada. Karena negara kita kan kaya, sekaligus memperbaiki apa yang kita rasa masih kurang, termasuk politik yang transaksional,” jelas Parno.

Demi menghadapi persiapan bonus demografi, sambung Parno, perlu membangun SDM. Pembangunan SDM ini termasuk bagaimana kemapanan pemuda dalam politik, sehingga ke depan diharapkan akan muncul embrio baru dari kaum pemuda dikancah perpolitikan daerah Sumatera Utara dengan memiliki nilai integritas, moralitas dan akhlak yang baik menuju Sumatera Utara yang maju dan bermartabat.

Kegiatan pendidikan politik pemuda yang dilaksanakan PMKRI Komda Sumbagut kali ini mendatangkan narasumber dari berbagai latar belakang mulai dari akademisi, politisi, imam katolik, dan pengamat politik.
Antara lain, Julwandry Munthe, mantan pengurus pusat PMKRI yang kini sedang berkiprah dalam politik yang memberikan materi tentang wawasan kebangsaan.

Narasumber lain adalah Julius Turnip selaku komisioner Bawaslu Kota Medan yang memberikan materi tentang pengawasan partisipatif pada Pemilukada. Dalam paparannya, Julius menyampaikan perlu adanya pengawasan partisipatif warga khususnya pemuda agar setiap pemilihan kepala daerah berjalan dengan lancar.

Narasumber lainnya Jon, berharap agak kader PMKRI tidak memusuhi politik, namun menjadikannya sebagai cara untuk memperbaiki bangsa dan negara. Sementara itu, mantan anggota DPRD Sumut, Richard Sidabutar, membawa materi tentang nalar demokrasi. Richard menekankan bahwa untuk memahami politik dibutuhkan nalar dan akal sehat. Dalam berpolitik tidak dibutuhkan baper (bawa perasaan), karena hal itu bisa menimbulkan perpecahan, kata Richard.

Sementara Pastor Beno memberikan materi tentang gereja dan politik. Selanjutnya Sandrak Manurung selaku angota DPRD Langkat memberikan materi tentang perencanaan dan managemen strategi.
Narasumber lainnya adalah Tomson Silalahi yang saat ini sedang menjabat sebagai Sekretraris Jenderal PP PMKRI. Tomson menyampaikan tentang analisis sosial.

“Dalam berpolitik hal yang mendasar perlu dilakukan adalah analisis sosial, sebab dalam penentuan kebijakan yang berkeadilan sosial harus berlandaskan analisis sosial,” kata Tomson.
Dikpol ini dihadiri 50 kader PMKRI antara lain dari cabang Medan, cabang Pematang Siantar dan calon cabang Tanah Karo. Kegiatan ini ditutup langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara, Baharuddin Siagian, Rabu (11/12/2019).

Dalam Sambutannya Baharuddin Siagian selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga berharap agar pemuda hari ini harus memiliki karakter tangguh. Beliau juga berharap agar pemuda di sumatera utara bersatu yang akan memunculkan tokoh-tokoh baru.

“Pemuda hari ini jangan hanya berharap pada posisi nyaman saja. Karakter pemuda itu saya pikir adalah pejuang. Secara khusus saya mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh PMKRI di Sumatera Utara. Termasuk kegiatan yang baru dilaksanakan Pendidikan Politik, saya berharap tokoh politik pemuda secara nasional kembali muncul dari Sumatera Utara. Disini ada Parno Mahulae (Komisaris Daerah PMKRI Sumatera Bagian Utara) saya pikir layak menjadi Ketua Umum PMKRI nantinya” kata Baharuddin.

Baharuddin Siagian menutup kegiatan dengan yel-yel pemuda yang disambut oleh seluruh peserta dengan semangat. Komda PMKRI Sumbagut, Parno Mahulae dalam sambutannya mengatakan, arus demokratisasi kita memiliki tren yang baik. Kita memandang pendidikan politik perlu diwariskan kepada orang muda sehingga tidak melulu menghabiskan waktu dengan gadget.


“Kita contohkan saja soal wawasan kebangsaan, tentu besar kaitannya dalam hal keberlangsungan negara, konsepsi negara dan warga negara (civil society) mendukung pembangunan, keadilan sosial, supremasi hukum dan aspek-aspek humanis. Modal tersebut harus dimiliki agar pemuda bisa menjaga yang sudah ada. Karena negara kita kan kaya, sekaligus memperbaiki apa yang kita rasa masih kurang, termasuk politik yang transaksional,” jelas Parno.

Demi menghadapi persiapan bonus demografi, sambung Parno, perlu membangun SDM. Pembangunan SDM ini termasuk bagaimana kemapanan pemuda dalam politik, sehingga ke depan diharapkan akan muncul embrio baru dari kaum pemuda dikancah perpolitikan daerah Sumatera Utara dengan memiliki nilai integritas, moralitas dan akhlak yang baik menuju Sumatera Utara yang maju dan bermartabat.

Kegiatan pendidikan politik pemuda yang dilaksanakan PMKRI Komda Sumbagut kali ini mendatangkan narasumber dari berbagai latar belakang mulai dari akademisi, politisi, imam katolik, dan pengamat politik.
Antara lain, Julwandry Munthe, mantan pengurus pusat PMKRI yang kini sedang berkiprah dalam politik yang memberikan materi tentang wawasan kebangsaan.

Narasumber lain adalah Julius Turnip selaku komisioner Bawaslu Kota Medan yang memberikan materi tentang pengawasan partisipatif pada Pemilukada. Dalam paparannya, Julius menyampaikan perlu adanya pengawasan partisipatif warga khususnya pemuda agar setiap pemilihan kepala daerah berjalan dengan lancar.

Narasumber lainnya Jon, berharap agak kader PMKRI tidak memusuhi politik, namun menjadikannya sebagai cara untuk memperbaiki bangsa dan negara. Sementara itu, mantan anggota DPRD Sumut, Richard Sidabutar, membawa materi tentang nalar demokrasi. Richard menekankan bahwa untuk memahami politik dibutuhkan nalar dan akal sehat. Dalam berpolitik tidak dibutuhkan baper (bawa perasaan), karena hal itu bisa menimbulkan perpecahan, kata Richard.

Sementara Pastor Beno memberikan materi tentang gereja dan politik. Selanjutnya Sandrak Manurung selaku angota DPRD Langkat memberikan materi tentang perencanaan dan managemen strategi.
Narasumber lainnya adalah Tomson Silalahi yang saat ini sedang menjabat sebagai Sekretraris Jenderal PP PMKRI. Tomson menyampaikan tentang analisis sosial.
“Dalam berpolitik hal yang mendasar perlu dilakukan adalah analisis sosial, sebab dalam penentuan kebijakan yang berkeadilan sosial harus berlandaskan analisis sosial,” kata Tomson.

Dikpol ini dihadiri 50 kader PMKRI antara lain dari cabang Medan, cabang Pematang Siantar dan calon cabang Tanah Karo. Kegiatan ini ditutup langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara, Baharuddin Siagian, Rabu (11/12/2019).

Dalam Sambutannya Baharuddin Siagian selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga berharap agar pemuda hari ini harus memiliki karakter tangguh. Beliau juga berharap agar pemuda di sumatera utara bersatu yang akan memunculkan tokoh-tokoh baru.

“Pemuda hari ini jangan hanya berharap pada posisi nyaman saja. Karakter pemuda itu saya pikir adalah pejuang. Secara khusus saya mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh PMKRI di Sumatera Utara. Termasuk kegiatan yang baru dilaksanakan Pendidikan Politik, saya berharap tokoh politik pemuda secara nasional kembali muncul dari Sumatera Utara. Disini ada Parno Mahulae (Komisaris Daerah PMKRI Sumatera Bagian Utara) saya pikir layak menjadi Ketua Umum PMKRI nantinya” kata Baharuddin.

Baharuddin Siagian menutup kegiatan dengan yel-yel pemuda yang disambut oleh seluruh peserta dengan semangat.

Info Penulis

Terlanjur Suka Manulis, tapi Bukan Hoax. Pengajar di Prosus Inten Medan. Sangat Bersemangat untuk Mengajar Orang Lain Menulis. Sudah Pernah Ke Paris atau Keliling Eropa (Cie, ketahuan bohongnya) hanya Karena Menulis dan Berkebudayaan

Bagikan:


Komentar