NIAT BAIK PEMUDA PARAPAT, TAK DIHARGAI PEMERINTAH SETEMPAT

oleh Parno Mahulae pada 27 Agustus 2018 (1019 kali dibaca)

Tidak selamanya niat baik selalu ditanggapi baik juga. Sekelompok mahasiswa dan pemuda Parapat yang tergabung di GEMPAR (Gerakan Mahasiswa/Muda-mudi Parapat-Ajibata Sekitarnya) pada tanggal 10 Agustus 2018 lalu melayangkan surat permohonan audiensi ke Camat Girsang Sipangan Bolon guna menyampaikan bahwa dalam waktu dekat GEMPAR akan melaksanakan Sosialisai Sadar Wisata. Sebagai generasi muda yang merupakan putra daerah Parapat yang sadar bahwa daerah tempat tinggalnya merupakan daerah tujuan wisata bermaksud mengadakan audiensi dengan pemerintah terkait dengan tujuan dari audiensi tersebut adalah untuk menyampaikan secara langsung kepada Pemerintah dalam hal ini Camat Girsang Sipangan Bolon terkait maksud, tujuan, saran dan kritik serta meminta dukungan dari Pemerintah demi keberlangsungan acara tersebut.

Namun, sampai pada tanggal 26 Agustus surat tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak kecamatan. Meihat ketidak pedulian dari Camat tersebut, maka pada tanggal 27 Agustus 2018, perwakilan GEMPAR yaitu Rico Nainggolan (Ketua) dan Coky Simarmata (Bendahara) langsung datang ke Kantor Camat guna menanyakan surat tersebut, dan pada akhirnya seorang Satpol PP langsung membawa ke Sekcam, yang pada kesempatan itu diterima oleh Skretaris Camat (A.Sirait) dan 2 orang staf kecamatan. Ketika berdialog dengan Skretaris Camat salah seorang staf yang dari bedname bernama NELSON mengeluarkan nada tidak bersahabat “sudahlah, tujuan proposal ini kan cuman minta uang aja nya. Endingnya ini uang aja kan, sudahlah saya juga pernah mahasiswa, saya tau permainan-permainan seperti ini, bilang aja kalau kalian minta uang, slesaikan.”sahut beliau. Mendengar perkataan tersebut, sontak Rico dan Coky merasa tersinggung, mereka mencoba mengubah “mindset” dari staf kecamatan tersbut akan tetapi tetap dibantah dengan mengeluarkan perkataan bahwa “tujuan kedatangan anda hanya meminta uang, letakkan saja proposalnya palingan 200.000 diberi camat itu sudah luar biasa dan itu dari kantong pribadinya, dana khusus dari Kabupaten Simalungun untuk kecamatan ini dalam pengembangan pariwisata tidak ada” sahut Nelson.

Mendengar perkataan tersbut, Coky langsung berdiri dan mengatakan “setidaknya kami putra daerah sudah membuktikan kepedulian kami terhadap perkembangan pariwisata Parapat,jika memang Camat tidak peduli, itu tidak merupakan halangan bagi kami untuk tetap peduli kepada Danau Toba khususnya pariwisata Parapat yang notabenenya berada di Wilayah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun” . setelah itu perwakilan GEMPAR langsung meninggalkan kantor camat dengan sedikit kecewa terhadap sikap pihak Kecamatan atas ketidakpedulian Camat terhadap perkembangan pariwisata Parapat.

Menyikapi hal tersebut, pembina GEMPAR, Mulia Sidabutar sangat menyayangkan perkataan pegawai Kantor Kecamatan tersebut. “seharusnya kreatifitas anak muda harus didukung, bukan malah dituduh yang tidak-tidak, ini dapat menyebabkan semangat para pemuda,khususnya yang peduli dengan pariwisata Parapat menjadi berkurang untuk mencintai dan mengembangkan potensi pariwisata parapat” tutur Mulia. “Ketika pemerintah pusat sudah sangat serius untuk mengembangkan potensi wisata danau toba, malah pemerintah daerah yang tidak perduli. Harapan kami sebagai generasi muda yang memiliki ide-ide kreatif seharusnya pemerintah mengakomodirnya bukan malah sebaliknya seolah-olah tidak peduli atau bahkan lepas tangan.” sambung Mulia.

Info Penulis

pejuang suara rakyat

Bagikan:


Komentar