MPAB PMKRI Tanah Karo, Pemantik Diskusi : Danau Toba Untuk Siapa?

oleh Parno Mahulae pada 2 September 2019 (83 kali dibaca)

Peserta MPAB bersama Richard Sidabutar dan Parno Mahulae

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Calon Cabang Tanah Karo menggelar kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) yang bertempat di Tongging, Kabupaten Karo diikuti oleh peserta yang berasal dari beberapa universitas di Tanah Karo. MPAB tersebut dilaksanakan tanggal 30 Agustus hingga 01 September 2019.

Setelah pelantikan pengurus dilaksanakan, DPCC PMKRI Tanah Karo melanjutkan penerimaan anggota baru untuk menambah jumlah anggota. Pengkaderan ini diikuti oleh 40an orang mahasiswa yang berdomisili di tanah karo.

MPAB kali ini PMKRI Calon Cabang Tanah Karo mengangkat tema “Terlahir Sebagai Kader Untuk Bertolak ke Tempat yang Lebih Dalam”. Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan materi MPAB yang akan menjadi modal awal bagi peserta untuk menggeluti dunia organisasi, khususnya PMKRI.

MPAB diikuti oleh peserta dengan sangat antusias. Mereka mendengar dan memperhatikan dengan baik para narasumber yang hadir pada saat itu. Parno Mahulae selaku Komisaris Daerah Sumatera Bagian Utara mengajak para mahasiswa untuk terlibat aktif dalam organisasi.

“Diera globalisasi ini, kecakapan organisasi sangat dibutuhkan. Karena diera yang begitu luas ini kita dituntut untuk memiliki jaringan yang luas, baik dalam komunikasi maupun jejaring sosial. Dengan berorganisasi kita dilatih untuk menjalin komunikasi yang baik. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan dapat memfasilitasi para mahasiswa untuk dibina untuk terlibat dalam persoalan sosial kemasyarakatan” terang Parno.

Selain Parno Mahulae, Richard Sidabutar selaku Anggota DPRD Sumatera Utara turut hadir memberikan materi  mengenai Pariwisata Danau Toba untuk siapa? sebagai pemantik diskusi. Richard Sidabutar yang juga merupakan alumni PMKRI mengajak para mahasiswa untuk lebih kreatif dalam menyambut pariwisata danau toba.

“Pengembangan pariwisata danau toba dilakukan untuk kesejahteraan Masyarakat. Ada 3 bagian yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata danau toba. Yang pertama adalah pemerintah, kedua adalah pengusaha dan ketiga adalah masyarakat. Ketiga bagian ini harus saling sinergis, pemerintah membuat regulasi yang jelas, pengusaha membantu pemerintah untuk pembiayaan pengembangan danau toba dikarenakan anggaran yang terbatas. Dengan kunjungan pariwisata ke danau toba maka masyarakat akan terbantu secara ekonomi. Berhasil atau tidaknya pengembangan pariwisata didanau toba ditentukan oleh kesejahteraan masyarakat di sekitaran danau toba. Jika masyarakat sejahtera maka pengembangan pariwisata didanau toba bisa dikatakan berhasil” kata Richard dalam materinya.

Dalam organisasi PMKRI Richard Sidabutar mengajak peserta MPAB menyukai empat hal. Keempat hal tersebut adalah pertama, orang PMKRI suka dengan ide/gagasan dan bertukar pikiran.

Kedua adalah orang PMKRI suka organisasi. Karna dalam organisasi kita diajarkan untuk bisa menghidupkan, mengembangkan, dan menggerakkan.

Ketiga adalah orang PMKRI suka rakyat. Anggota PMKRI harus terlibat disetiap denyut nadi masyarakat. Keempat adalah orang PMKRI suka memimpin. Menjadi pemimpin untuk mensejahterahkan rakyat, bukan untuk menindas rakyat. Keempat hal tersebut disampaikan oleh Richard Sidabutar, setelah berdiskusi mengenai danau toba untuk siapa.

Selain itu, Sri Rehulina Tarigan selaku ketua presidium dalam materinya menyampaikan, bahwa organisasi ini sangat penting untuk langkah awal para peserta kedepannya. Sri juga menekankan kepada seluruh kader PMKRI agar harus siap menyerahkan diri untuk gereja dan tanah air berlandaskan visi PMKRI yaitu terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan dan persaudaraan sejati.

“Para MPAB akan menjadi generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet perhimpunan ini dan harapan saya kader yang dinyatakan lulus MPAB tahun ini terus aktif, karena PMKRI merupakan wadah yang tepat untuk belajar dan berproses juga sebagai bahan pelengkap ilmu untuk kita yang tidak bisa kita dapat di materi perkuliahan,” ungkap Sri Rehulina.

Kegiatan MPAB diakhiri dengan sidang penutupan dengan pembacaan Surat Keputusan dengan memutuskan dan menetapkan peserta menjadi Anggota Muda PMKRI calon cabang Tanah Karo.

Info Penulis

pejuang suara rakyat

Bagikan:


Komentar