Mahasiswa Universitas Santo Thomas Sumatera Utara Adakan Aksi Seribu Lilin, Doakan Mahasiswa yang Ditahan di Polrestabes Medan

oleh Parno Mahulae pada 10 November 2019 (720 kali dibaca)

Aksi damai mahasiswa

Sejumlah mahasiswa UNIKA St. Thomas Sumatera Utara mengadakan aksi seribu lilin di Kampus UNIKA St. Thomas pada hari Sabtu, 09 November 2019. Dalam keterangan terltulisnya kepada tobawriters.com, Prajordan Nainggolan selaku Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap mahasiswa Unika Santo Thomas Sumatera Utara yang ditahan di Polrestabes Medan. Penyalaan lilin dan doa bersama adalah bentuk dukungan moril terhadap teman-teman mahasiswa yang sedang ditahan.

“Kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap teman-teman mahasiswa yang ditahan di Polrestabes Medan, kita berdoa agar mereka segera dibebaskan karena kita meyakini mereka tidak bersalah dan sepertinya ada upaya kriminalisasi terhadap mereka. Penangkapan dan penahanan aktivis mahasiswa adalah bentuk kriminalisasi terhadap insan akademik yang mempunyai kebebasan dalam mengekpresikan setiap usaha-usaha pengembangan bakat, minat dan karakter.” kata Prajordan.

Aksi seribu lilin yang dimulai dengan doa dan dilanjutkan dengan pembacaan puisi dan pembacaan pernyataan mahasiswa ini berjalan dengan lancar dan damai. Dalam aksi lilin ini mahasiswa juga menyampaikan tuntutan dan sikapnya terhadap rekan-rekan mereka yang ditahan di Kepolisian Resort Kota Besar Medan, yakni untuk segera membebaskan teman-teman mereka yang ditahan, mengutuk kriminalisasi terhadap aktivis mahasiswa UNIKA Santo Thomas Sumatera Utara, mendesak pihak Rektorat untuk turun tangan menyelesaikan masalah ini. Aksi seribu lilin ini adalah lanjutan dari aksi solidaritas pengumpulan koin “Koin Solidaritas”, pada Jumat, 08 November 2019, di dalam kampus UNIKA Santo Thomas Sumatera Utara, yang diperuntukkan untuk membantu biaya kebutuhan teman-teman yang di tahan. Aksi ini akan tetap berlanjut terus sampai teman-teman mereka bebas dan dilepaskan dari segala macam tuntutan. Aksi seribu lilin ini kemudian ditutup dengan doa yang hikmat.

Info Penulis

pejuang suara rakyat

Bagikan:


Komentar