Adu Mulut Luhut Binsar Vs Ratna Sarumpaet, Begini Kata Warganet!

oleh Andil Siregar pada 3 Juli 2018 (496 kali dibaca)

Sumber : Istagram

Saat Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan berkunjung ke posko Tim Pencarian KM Sinar Bangun , dia terlibat cekcok dengan aktivis Ratna Sarumpaet. Perdebatan ini terjadi ketika Luhut mengunjungi Posko Tim Pencarian KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin  (2/7/2018).

Jika dilihat perdebatan antara  Ratna vs Luhut yang kini viral di internet itu, kurang lebih beginilah isinya:

Luhut: Kami berduka cita yang mendalam atas peristiwa ini. ini peristiwa yang betul-betul mengguncang hati kita semua. Presiden juga menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini. Masuk, masuklah, masuk, masuk! (Luhut mempersilakan seseorang untuk masuk ke tenda Posko)

Ratna: Untuk itu saya wakili…

Luhut: Nggak perlu saya diwakili. Saya bicara sama mereka langsung. Nggak usah.

Ratna: Mau minta sama Pak Luhut ya. Ini (pencarian korban KM Sinar Bangun) nggak boleh dihentikan.

Polisi: Bu, bu, nanti dulu Bu (berbicara menghadap Ratna dan menutupi pandangan Ratna ke Luhut)

Ratna: Saya mau bicara sama dia

Polisi: Sudah ada yang mewakili

Luhut: Tidak perlu Ibu wakili. Saya bicara sama mereka. Nanti, nanti

Polisi: Nanti aja lu sampein

Ratna: Ini persoalan kemanusiaan (Suara mulai memekik). Bukan persoalan kalian! Ini persoalan Tapanuli! Jangan ada yang berani menghentikan sebelum semua mayat diangkat! Semua mayat diangkat baru boleh berhenti.

(riuh)

Perempuan berbaju gelap: Ibu, saya lebih paham Danau Toba. Jangan disalahkan pemerintah lah. Masyarakat juga yang salah. Jangan salahkan pemerintah. Masyarakat juga ada salahnya, tidak membersihkan! Tidak ada kebersihan!

Ratna: Kamu jangan mau dibayar

Perempuan berbaju gelap: Tidak! Ini dari budaya Nusantara. Saya juga dari masyarakat, Bu! Saya tidak ada dibayar. Ini pesan dari leluhur! Pesan dari leluhur! Pesan dari leluhur! Saling menghargai

Ratna: Ini saya cuma mau perlu ngomong sama Pak Luhut.

Luhut: Saya ngomong sama kamu nanti. Kamu bukan prioritas saya pertama. Prioritas saya rakyat ini. Kamu macam-macam… Kau boleh ngomong sama orang lain macam-macam. Jangan sama saya! Ngerti kau! (dengan nada membentak)

(riuh)

Seorang ibu berkerudung: Janganlah ribut-ribut! Tidak boleh kita ribut, tidak boleh. Saya pun sudah capek mencari. Jangan ribut.

(Luhut datang menenangkan ibu itu).

Kurang lebih, begitulah isi pembicaraan Luhut dan Ratna yang sudah menjadi viral itu. Menyikapi hal tersebut beragam komentar dari netizen berhamburan. Akun Putrijmna70, misalnya, menyebutkan,  “Selama proses pencarian ibu kemana ya? Kok tiba-tiba aja muncul disaat ada bapak menteri yang sedang berbicara kepada tim, relawan dan korban? Bu, Kami sedang berduka. Mohon untuk tidak membuat tim dan pemerintah yang sudah berusaha mencari korban untuk tidak disudutkan. Mohon Pengertianya.”

 

 

Akun Trianwicakso bahkan mempertanyakan bu Ratna di akunya. “Benarkah bu Ratna ini diminta keluarga korban jadi wakil keluarga korban? Kok bentak bentak sih bu?”

 

 

Beda lagi dengan akun Charlez_ariez. Dengan sedikit mengejek, akun ini mengatakan, Ratna sedang pencitraan. “Begitu kalau aspirasinya tidak di dengar lagi di Jakarta, balik ke kampung halaman bikin pencitraan” kata Charles.

 

 

Sebenarnya, ada banyak yang sangat tidak setuju dengan Ratna Sarumpaet. Walau demikian, meski sangat sedikit, ada juga warga net yang mendukung Ratna Sarumpaet. Seperti pada akun Rudy Putra Nababan, misalnya. Akun ini berkata, “Semua tim SAR katakan bisa diangkat bila menggunakan alat canggih. Alasanya Cuma satu tidak bisa menghadirkan alat itu karena mahal. Saya kecewa dengan pemerintah. Pikirkan perasaan bila itu anggota keluarga mu.

 

 

Bahkan, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade, di hadapan wartawan membela Ratna Sarumpaet. “Pemerintah perlu diingatkan, Bu Ratna tidak salah dan wajar hak korban menuntut,” imbuh dia. Menurut Andre, pemerintah mestinya menjelaskan alasan secara komprehensif agar publik mengerti dihentikannya pencarian korban ini.

“Mungkin itu butuh penjelasan yang komprehensif dan detail apakah sih alasan pemerintah tak mau evakuasi didalam bersama bangkai kapal, mungkin itu butuh. Jadi masyarakat tidak bertanya itu sudah ditemukan kok tidak mau,” tambahnya lagi.

Sementara itu, melalui aku facebooknya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, pengangkatan KM Sinar Bangun dan jenazah dari segi teknis memang tidak mungkin dilakukan. “Kalau dipaksakan diangkat bisa hancur. Karena ketika diangkat per 10 meter, tekanan itu satu bar. Maka kalau kedalaman 450 meter tekanan itu sama dengan 45 bar, sehingga kapal bisa meledak.

 

 

Ahli kementrian saya juga melihat dampak dari segi reaksi kimianya. Katakanlah kapal berhasil diangkat sampai atas, ada resiko timbulnya keracunan H2SO. Saya yakin tentu tidak seorangpun dari kita yang mengharapkan korban tambahan.” kata Luhut.

Peristiwa tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun ini memang sangat melukai warga Sumut, terutama para korban. Seperti diberitakan di berbagai media, kapal KM Sinar Bangun ini tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tiga Ras  pada Senin, 18 Juni 2018.

Sementara itu, Riduan Situmorang pegiat budaya dari Pusat Latihan Opera Batak (PLOt), menyesalkan adu mulut antara Luhut dan Ratna Sarumpaet. “Tidak Semestinya lagi memperalat bencana untuk memopulerkan diri,” kata Riduan. Riduan memang menyesalkan langkah terlambat dari pemerintah, terutama Pemkab Samosir.

“Tetapi pemerintah pusat sudah berbuat. Bukan berarti kalau titik koordinat ditemukan maka bisa dievakuasi dengan gampang. Ini bukan soal tega dan tak memiliki perasaan. Ini soal bisa atau tidak. Coba saya bikin dengan kalimat nakal, kita sudah mengetahui titik koordinat planet Mars, bisa ga kita ke Mars sekarang?” tanya Riduan Situmorang.

Baca juga barita lainya : Saking Geramnya, Warganet Sambut Hercules Sebagai Tim Penjemput Mayat

Baca juga tulisan lainya: Danau Toba Bukan Danau Tuba

Baca juga barita lainya: Diwacanakan Menjadi Monaco of Asia, tetapi Visi Selamat Minim, Ini Kritikan Warga

 

Info Penulis

Pendidik di SMA/SMP Budi Murni 3 Medan dan Konsultan pendidikan Fisika di Ganesha Operation Medan. Ketua Umum UK-KMK St Martinus UNIMED yang ke-21 (2011-2012)

Bagikan:


Komentar