Berhentilah Jadi Pembawa Luka!

oleh Gabriella Barus pada 27 September 2017 (507 kali dibaca)

 

Ilustrasi diambil dari http://animekeren19.blogspot.co.id

 

Curhatan ini untukmu. Ya, untukmu dan hanya untukmu. Untuk mu yang telah menghilang entah kemana. Untukmu yang hanya meninggalkan luka di hati. Untukmu yang hanya menyisakan kenangan. Kau harus tahu, aku sangat mengenalmu. Aku ingin lebih mengenalmu lagi, lagi, dan lagi. Berkali-kali aku membuka pintu hati untukmu, namun, lagi-lagi kau hanya datang untuk menaburkan luka, lagi-lagi luka. Adakah kau dilahirkan untuk membuat luka?

Curhatan ini untukmu. Ya, untukmu dan hanya untukmu. Untuk kau yang telah menghilang entah kemana. Untukmu yang hanya meninggalkan luka di hati. Untukmu yang hanya menyisakan kenangan. Kau tahu, aku sangat mengenalmu. Aku ingin lebih mengenalmu lagi, lagi, dan lagi. Tahu ga dirimu? Sekarang (ini sudah yang kesekian kalinya) aku kembali merasakan sakit yang sangat perih.

Kau tahu, luka itu telah lama kusimpan dalam hati. Ya, curhatan ini untuk kamu. Meski aku telah terluka, aku selalu menyembuhkan diri. Sungguh, engkau masih selalu ada dalam pikiranku. Engkau bahkan menjadi tokoh utama dalam setiap mimpiku. Kau harus tahu ini, kau masih  orang yang paling kuinginkan sampai saat ini.

Kamu dimana? Kamu dengan siapa? Aku telah mencari tapi hasil yang kudapat hanyalah lelah, lelah, dan selalu lelah. Aku tak menemui. Tahukah kau? Aku sudah mempersiapkan santapan lezat untukmu, namun santapan tersebut telah dihinggapi lalat karena kamu telah menghilang tanpa jejak.

Kau tahu? Luka yang kurasakan sangat berat. Perasaan hancur berkeping-keping. Aku tak berdaya lagi, apalagi tanpamu. Sekarang tinggal aku seorang diri yang menyimpan sejuta kerinduan kepada kamu yang ada disana . Terima kasih, karena kau pernah mampu membuatku bahagia meski kau juga selalu membuatku sakit.

Kau harus tahu bahwa kini, setelah semua berakhir tanpa ada alasan yang jelas. Semogah saja kau dapat membaca tulisan yang telah kutulis ini. Semoga saja kau paham apa maksudku. Sejauh ini, kau adalah sosok pembawa luka. Engkau selalu menaburkan luka ke sekujur hatiku. Tapi, aku masih tetap menanti saat-saat di mana kau datang dengan mawar. Saat-saat di mana kau tak membawa luka lagi. Bisakah kau?

 

Baca Juga Curhatan Remaja Lainnya: Cinta Dalam Diam

 

Baca Curhatan Remaja Lainnya: Kekasih Bayangan

Info Penulis

Siswa SMA Budi Murni 3 Medan. Merupakan pengurus OSIS, aktif sebagai anggota seksi 7K dan Lingkungan Hidup.

Bagikan:


Komentar