Barita Purba, Sosok Yang Diharapkan Millenial Membangun Humbang Hasundutan

oleh Parno Mahulae pada 21 November 2019 (327 kali dibaca)

Peserta bersama narasumber diskusi

Medan. Mahasiswa dan pemuda yg tergabung dalam diskusi milenial di Medan mulai bersuara menyikapi situasi kabupaten Humbang Hasundutan menjelang Pilkada Serentak 2020. Mereka mengadakan Ngobrol Politik Milenials Humbang Hasunditan, dengan mengangkat tema ‘Mencari Pemimpin yang tepat Demi perubahan Humbang Hasundutan yang lebih baik bertempat di Kopi Tongat, jalan setiabudi Medan, Kamis (20/11/2019).
Hadir sebagai pembicara Erwin Tamba mantan ketua Persatuan Mahasiswa Humbang Hasundutan, Baginda manalu yang merupakan putra PAPATAR, dan Superiady purba yang merupakan aktifis GMNI Dan Bobby Munte Sebagai Moderator dalam perdiskusian.
Acara ini menggali potensi termasuk calon pemimpin yang memungkinkan untuk membawa Humbang Hasundutan ke arah yang lebih baik. Di sini, para pembicara menyampaikan pandangan dan rekomendasi yang akan menjadi catatan Kabupaten Humbang Hasundutan pada Pemilihan Kepala Derah (Pilkada) 2020.

Dalam penyampaianya, Baginda Manalu menyampaikan perlunya mahasiswa dan pemuda memberikan atensi yang serius tentang kondisi Humbang Hasundutan yang nantinya dapat dijadikan sebagai diskursus, khususnya dikalangan milenial. Adapun permasalahan Kabupaten Humbang Hasundutan yang paling disoroti ialah masalah infrastruktur terkhusus didaerahnya yaitu PAPATAR yang masih memprihatinkan. “Dimana kita ketahui bersama saat ini banyak jalan jalan yang menghubung kan antar desa masih tidak layak untuk dilalui kendaraan termasuk persoalan Tanah ponggol yang belum tuntas hingga hari ini, hal ini sangat disayangkan karna akan melemahkan ekonomi rakyat yang dihubungkan jalan tersebut. Menurutnnya pemerintah saat ini tidak tegas dan cepat mengambil kebijakan ataupun alternative agar memudahkan akses kendaraan. Maka saya menilai Pemerintah Kabupaten yang di dipimpin Dosmar Banjar Nahor masih gagal dalam hal pembangunan yang ada di daerah PAPATAR” kata putra kelahiran pakkat tersebut.
Sementara itu Erwin tamba mengungkapkan ketidakpercayaannya kepada pemerintahan saat ini. Menurutnya pemerintahan saat ini tidak pernah merangkul suara mahasiswa, mahasiswa hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu politik menjelang Pilkada. Menceritakan pengalamanya sebagai mantan ketua Persatuan mahasiswa Humbang Hasundutan banyak pil pahit yang diterimanya ketika berharap ingin berdialog langsung membicarakan persoalan yang ada dikabupaten Humbang Hasundutan dengan Bupati Dosmar Banjar Nahor karena setiap surat yang ditujukan untuk berdialog kepada bupati hingga sebanyak 3 kali tidak pernah diindahkan dimasa kepengurusaanya di PERMATAN.
Ditambahkan salah satu perserta Roy Simamora yang merupakan ketua HIMABATO UST medan mengungkapkan kegelisahan yang dirasakan masyarakat Humbang Hasundutan saat ini turut dirasakannya. Kita sebagai pemuda dan mahasiswa Kota Medan masih ingat betul dengan Tagline Politik atau Narasi Besar bupati humbahas ‘HUMBAHAS HEBAT’ Narasi ini disampaikan pada saat kampanye di Pilkada tahun 2015 yang lalu. Narasi ‘HUMBAHAS HEBAT’ berisi tentang bagaimana Visi dan Misi, serta Program Kerja yang disampaikan beliau pada saat berkampanye ditengah -tengah masyarakat. Mari kita lihat bagaimana kondisi ‘HUMBAHAS HEBAT’ hari ini, sesudah beliau menjabat kurang lebih 4 tahun. Dengan segala potensi daerah yang dimiliki,siapa sangka siapa sangka jika kabupaten Humbang Hasundutan termasuk dalam predikat daerah tertinggal. Hal ini dinyatakan pada data yang dimiliki Bappeda mengenai desa tertinggal di Sumatera Utara yaitu sebanyak 2164 desa tertinggal yang tersebar pada 306 kecamatan dari jumlah 25 kabupaten, salah satunya di Kabupaten Humbang Hasundutan. Terdapat sekitar 66 desa di kabupaten Humbang Hasudutan yang tersebar di beberapa kecamatan masuk dalam status daerah tertinggal.
Ditambahkan David Debata Raja sebagai peserta ,’’Sunguh sangat disayangkan apabila Kabupaten dengan potensi daerah yang begitu besar tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah. ditambah lagi disaat kabupaten Humbahas yang masih sangat membutuhkan pembangunan, pemerintah justru tidak mampu mengelola uang senilai rp 14 miliar untuk pembangunan yang bersumber dari DAK sehingga dari kegagalan tersebut ahirnya dana itu pun kembali ke pusat.” Maka dari itu contoh kecil diatas, forum milenial humbahas menyikapi dan menserpakati bahwa slogan ataupun narasi HUMBAHAS HEBAT pada kenyataannya hanya slogan kosong . untuk itu kami memutuskan Kabupaten Humbahas membutuhkan figur Bacalon Bupati yang mampu mengelola daerah yang dimiliki dengan baik dan optimal sehingga dapat berjaya dan keluar dari predikat daerah tertinggal.
Dihadiri oleh 50 orang lebih pemuda mahasiswa lintas Kampus, seperti dari ITM,USU, Unimed, Budi Darma, UMA, Nomensen, UISU, Pancabudi, Darma Agung, Unika St Thomas, UINSU, Methodist dan UNPRI, forum juga menginginkan pemimpin yang mengerti tata kelola pemerintahan yang baik bersih dan benar.
Pada sesi terahir perdiskusian muncul dari forum tersebut nama Barita Purba SH.MH sebagai sosok yang mampu membawa angin perubahan untuk Humbang Hasundutan yang lebih baik. Setelah diketahui sebelumnya Barita Purba merupakan putra asli Humbang Hasundutan yang pernah turut menghadirkan kejuaraan tinju nasional di lapangan merdeka doloksanggul sebagai kado hiburan dan untuk menumbuhkan semangat olahraga dikabupaten Humbang Hasundutan.

Ditambahkan Vrans Basten Sianturi sebagai pegiat olahraga mengungkapkan sudah banyak mengikuti latar belakang barita purba,menurutnya sepak terjang Barita Purba setelah mengikuti dari berbagai media, mulai dari media sosial dan informasi langsung dari beberapa tokoh masyarakat sampai media televisi, Barita Purba atau yang akrab disapa Bang Berri begitu biasa dipanggil termasuk tokoh dan politisi yang sukses di ibukota Indonesia yang dimiliki kabupaten humbang hasundutan saat ini.
“Kami juga salut dan respect kepada Barita Purba,disamping sebagai pengurus organisasi besar di provinsi DKI Jakarta termasuk pengurus artis batak Indonesia,dengan kesederhanaanya baru baru kami telah mengikuti visi misinya dari pemberitaan online maupun media cetak yang menurut kami mendukung untuk perubahan Humbang hasundutan.Dimana visinya yaitu “Terwujudnya masyarakat humbang hasundutan yang maju, berkeadilan dan sejahtera”. Dalam penjabarannya Barita Purba mengerti dunia infrastruktur yang dibutuhkan humbahas dan ditambah peluang pemuda untuk meningkatkan kreatifitas dan olahraga.”
“Jadi atas dasar sederet latar belakang dan prestasi yang dimiliki barita purba itu, kami meyakini beliau sanggup menuntaskan persoalan Kabupaten Humbang Hasundutan” jelasnya, seraya mengatakan melalui forum milenial ini kedepannnya akan merencanakan dalam waktu dekat akan bertemu langsung kepada bapak Barita Purba untuk menyamakan pemahaman berbicara persoalan dan pembangunan Kabupaten Humbang Hasundutan dengan mahasiswa dan pemuda yang peduli akan kondisi Humbang Hasundutan saat ini.

Info Penulis

pejuang suara rakyat

Bagikan:


Komentar