Doa Ajaran Amien Rais Lebih “Manjur” dari Doa Ajaran Yesus?

oleh Riduan Situmorang pada 11 Juni 2018 (376 kali dibaca)

Gambar diambil dari CNN Indonesia.com

 

Yesus pernah mengajari umat-Nya berdoa. Doa itu kini dikenal sebagai doa Bapa Kami. Tidak hanya berjuta-juta, bermilyar-milyar orang selama ribuan tahun sudah mendaraskan doa ini. Di gereja, di kebaktian, di perjalanan, di rumah, di ruang sekolah. Saat ujian, saat berangkat kerja, saat mau tidur, saat mau pulang kampung, dan berbagai saat lainnya, doa ini selalu didaraskan. Jika saja disurvei, barangkali doa Bapa Kami termasuk doa paling sering diputar melebihi Despacito atau lagunya Via Vallen. Bahkan, tangga nada Billboard 100 mungkin akan bosan karena doa ini selalu berada di puncak.

Tak lama ini, Amien Rais juga “mengajarkan” doa yang baru. Apa dia mau menyaingi Yesus Kristus? Saya tak ambil pusing. Yesus saja tak protes sampai hari ini, konon pula saya? Hanya saja, barangkali, sebagai referensi doa-doa, salah satu ajaran doa ini agaknya perlu diketahui banyak orang. “Jadi Anda itu sekarang perlu berdoa jadi tiap sore ya tiga menit saja,” kata Amien Rais. Ya, tiga menit. Dari 24 jam, kita cukup menyisihkan waktu 3 menit saja. Inilah namanya 3 menit berkualitas yang intim. Untuk apa banyak-banyak kalau tidak didengar? Kurang lebih begitu doktrinnya.

Doa itu pun tak perlu basa-basi. Singkat dan langsung to the point:  “Ya Allah semoga engkau memberikan bangsa yang tercinta ini sebuah presiden baru yang cinta kepada agamamu, yang tidak akan mengkriminalisasi ulama, tidak akan menjual kekayaan bangsa ke asing dan aseng”. Apa doa ini manjur? Sangat! Bergaransi? Agaknya juga begitu. Saya katakan seperti itu karena Yesus sendiri tak pernah mengatakan bahwa doa yang diajarkanya akan manjur dan bergaransi pada setiap orang secara terang-terangan.

Tetapi, begitulah. Lain Amien Rais, lain pula Yesus. Keduanya jangan dibandingkan. Sesekali jangan! “Kalau belasan juta tiap hari itu berdoa, Allah malu tidak mengabulkan,” lanjut Amien Rais. Bayangkan sodara-sodaraku, hanya modal belasan juta saja. Dari ratusan juta penduduk Indonesia, cukup berdoa belasan saja, maka Tuhan akan malu kalau tidak mengabulkannya. Doa Bapa Kami tentu bukan tandingannya. Bayangkan, sudah didoakan bermilyar-milyar orang, bahkan ribuan tahun, tetapi tetap saja masih ada yang kelaparan, bukan?

Baca Ulasan Lainnya: Manusia-Manusia Setan

Di sinilah saya sangat tertarik pada doa, terutama pada angka-angka yang dibuat Amien Rais. Belasan, bukan puluhan. Belasan juta berarti maksimal 19.999.999 orang. Baiklah, kita pukul ratakan saja menjadi 20 juta. Sebagai informasi, saat ini, penduduk Indonesia masih 262 jutaan. Mengekor logika Amien Rais, cukup 0,07 persen saja yang berdoa untuk mengganti Jokowi, semuanya sudah cukup untuk membuat Tuhan malu kalau menolak doa itu. Menakjubkan? Ya, begitulah doa.

Doa itu tak sesederhana kata-kata, apalagi angka-angka. Dalam kitab yang kuimani, berbekal iman sebesar biji sesawi saja, maka aku bisa memindahkan gunung. Sampai di sini, aku mulai kagum pada doa ajaran Amien Rais. Jangankan mengulanginya dalam sehari, kita bahkan disarankan hanya 3 menit saja tiap hari, maka Tuhan sudah cukup untuk malu kalau-kalau tidak mengabulkannya. Kekagumanku pada Amien Rais bukan omongan belaka. Sebab, jika kita lihat survei teranyar, elektabilitas Jokowi masih unggul.

Menurut Charta Politik, misalnya, elektabilitas Jokowi sebesar 51,2 persen (Kompas.com, 21/05/2018). Artinya, meski ada sebanyak 51 persen orang berdoa agar Jokowi tetap menjadi Presiden, doa itu tak ada gunanya jika pada saat yang sama, doa ajaran Amien Rais didaraskan. Apa pesannya? Pesannya sederhana: Tuhan tak bisa didemo. Tuhan tak perlu mayoritas. Bertuhan itu bukan soal berdemokrasi meski demokrasi sering menamai dirinya sebagai vox populi, vox dei. Jadi, meski angka 51 persen ini berteriak-teriak berdoa ibarat bagaimana dulu orang sebanyak 7 juta mendemo Ahok, Tuhan akan tetap diam.

Lebih baik Tuhan diam di penjara daripada mengabulkan tuntutan angka 51 persen. Pesan lainnya, agaknya Tuhan juga suka angka 0,07. Mengapa 0,007? Izinkan saya menebak. Karena 0 artinya kita berawal dari kekosongan, sementara 7 artinya kekosongan itu harus diisi selama 7 hari. Celakalah orang yang tak bekerja, tetapi makan, kurang lebih begitu Rasul Paulus pernah berpesan. Ya, angka 0,07 memang terlihat kecil, bahkan sepele.

Namun, begitulah doa. Lebih-lebih, inilah kekuatan doa ajaran Amien Rais. Angka ini ajaib. Angka ini barangkali dicontek dari angka populer ala James Bond. Kita tahu, drama-drama selalu dimenangi James Bond meski drama itu penuh dengan kemustahilan. Berbekal angka 007, James Bond selalu menang. Sya pikir, inilah pesan yang mau disampaikan Amien Rais. Bahwa meski secara pendukung Jokowi menang, doa ala Amien Rais akan menang mutlak. Tak ada yang mustahil bagi Tuhan, barangkali begitu pesan religiusnya.

Baca Ulasan Lainnya: Amien Rais dan Kemenduaan Pandangannya Tentang Kafir

Kita masih bisa mencari remah-remah dari pengertian doa ajaran Amien Rais. Barangkali, Anda masih ingat bahwa Amien Rais pernah menggolongkan partai pada dua dikotomi besar: Partai Allah dan Partai Setan. Saya tak tahu mendefinisikannya bagaimana. Hanya saja, dari berbagai sumber yang saya baca, pengertia Partai Setan adalah partai pendukung Jokowi. Sejauh ini, angka-angka Partai Setan itu sudah 52,21 persen. Angka ini berpeluang membengkak andai PKB, PD, dan jangan-jangan PAN merapat.

Namun, Amien Rais tak akan gundah. Hanya dengan bekal doa itu saja, Jokowi akan tumbang. Dengan modal 0,07 persen, artinya tak perlu suara PKS dan Gerindra, doa ala Amien Rais saja sudah cukup berhasil. Di sinilah saya semakin kagum pada Amien Rais, terutama pada doanya. Saya pikir, itulah mengapa Amien Rais menolak nazarnya untuk berjalan dari Yogya ke Jakarta. Untuk apa capek-capek berkeirangat? Cukup dengan doa saja sudah beres. Mungkin Anda akan bertanya tentang apakah nazar itu juga bukan doa?

Saya sarankan, tak usah ungkit-ungkit nazar itu. Kedekatan Tuhan dan Amien Rais barangkali sudah sangat intim. Jangan-jangan, Amien Raris (semata jika nazar juga bisa ditafsirkan sebagai janji) memang sudah tak perlu lagi menggenapi janjinya kepada Tuhan. Karena poinnya terletak di sini: Tuhan punya janji kepada Amien Rais. Janji itu adalah utang. Tuhan akan malu jika janji itu tak dibayarkan. Begitu simpelnya. Mungkin, Anda juga akan protes, mengapa Amien Rais masih lelah-lelah untuk berdiplomasi, bahkan ikut bikin video klip lagu ganti presiden, jika dia sudah sangat dekat dengan Tuhan.

Saran saya, tak usah ikut campur dalam urusan itu. Bila ingin tahu, hubungi saja Paul Sayangore, Pastor asal Zimbabwe. Kabarnya, Sang Pastor itu punya nomor telepon Tuhan. Mintakan nomor Tuhan dari Pastor itu, lalu, teleponlah Tuhan. Saranku lebih lanjut, untuk memastikan apakah itu benar-benar nomor Tuhan, pastikan dulu password-nya. Caranya, ketik Pagar spasi Ganti Presiden2019. Jika dijawab, berarti itulah Tuhan. Atau, berikan salam pembuka jika mau ingin telpon langsung. Kalimatnya sederhana: Ganti Presiden 2019.

Semoga Anda berhasil! Jika belum, jangan berkecil hati, mungkin Anda bisa menghubungi Pak Amien Rais, tapi jangan bawa-bawa namaku ya!

Baca Ulasan Lainnya: Jangan Nyinyir Lagi, Tan Malaka dan Habib Rizieq Itu Sama

Baca Ulasan Lainnya: Habib Rizieq, dari Rekonsiliasi Hingga Capres

Info Penulis

Terlanjur Suka Manulis, tapi Bukan Hoax. Pengajar di Prosus Inten Medan. Sangat Bersemangat untuk Mengajar Orang Lain Menulis. Sudah Pernah Ke Paris atau Keliling Eropa (Cie, ketahuan bohongnya) hanya Karena Menulis dan Berkebudayaan

Bagikan:


Komentar